Selasa, 25 November 2014

Pt. Mirota Ksm Inc



Badan Usaha Pt. Mirota Ksm Inc

Alamat :
Jl. Raya Solo Km 9, Sleman, DI Yogyakarta
Sleman, Provinsi DI Yogyakarta

Telepon :
0274-4332007

Produk Usaha : Susu Bubuk
Badan Usaha dengan produk


Keterangan :
Susu
Informasi Badan Usaha berdasarkan wilayah
Area :
Provinsi :
Demikanlah sosok pria ‘muda’ berusia 66 tahun pada Oktober 2010 nanti. Semangat dan kewirausahaannya yang akan kita bahas tuntas pada tulisan saya kali ini. Sebuah warung kecil hingga berbagai macam usaha di kota Yogyakarta dapat anda temukan nama Mirota dari kota baru hingga malioboro namanya melekat sebagai sebuah brand yang melekat dan tak terpisahkan dengan karakter masyarakat Yogyakarta yang dinamis.

Hendro Sutikno [Tan Kiem Tik] dan Tini Yuniati [Nyoo Tien Nio] adalah keturunan tionghoa yang berasal dari kota Blora yang terkenal dengan ‘Sate Blora’. Mereka melakukan usaha di sana hingga akhirnya mereka pindah ke kota Yogyakarta untuk merintis usahanya di kota Gudeg itu.

Semua usaha Mirota berasal dari cikal bakal toko bakery ‘garasi’ yang berada di daerah Kotabaru Yogyakarta. Siswanto menceritakan kisah usaha orang tuanya dari generasi jaman itu hingga akhinya ia pegang ke tangannya. Ia menceritakan bawa bisnis kala itu tidaklah mudah memerlukan perjuangan orang tuanya menghidupi kelima anaknya dimana Siswanto merupakan anak kedua dari lima bersaudara.

Mirota memiliki nilai historis dalam melaksanakan bisnisnya banyak hal sudah terjadi dan juga telah dilakukan dari melakukan berbagai macam variasi usaha hingga adanya PT Mirota KSM salah satu pabrik susu yang menjadi salah satu andalan usaha bersama keluarga besar Mirota dimana Siswanto menduduki jabatan sebagai President Director.

Dituturkan oleh Siswanto di kediamannya, perusahaan ini tak lain adalah sebuah usaha yang unik dan kebetulan. Karena saat itu pemerintah jaman orde baru sedang berkonsentrasi dengan pengolahan susu. Dari situ ia mendapat inisiatif jika banyak susu apa yang bisa ia lakukan untuk bisnis dari situ ia melihat adanya peluang untuk membuka usaha Pabrik susu dengan bendera PT. Mirota KSM dimana memproduksi Lactona, Prosteo, dan suplemen manula bermerek Prolansia.

Menempuh pendidikan memang dilakukan oleh bapak 3 anak ini meskipun tidaklah tinggi saat ini seorang ayah yang sabar dari Erick, Victor dan Christina mempersiapkan generasi ketiga dari perusahaan Mirota Group yang ada dibawah kendalinya.

Ia menilai setiap anak yang ia didik perlu pendidikan yang cukup dari situ akan ada suatu peluang dimana mereka dapat bekerja secara professional dan perusahaan yang dikerjakannya jika memang bisa berjalan secara professional dan mereka tinggal menerima hasilnya kenapa tidak untuk dilakukan.

Pemikiran yang cukup menarik dimana biasanya dalam perusahaan keluarga mereka lebih cenderung untuk menuntut kepada generasi berikutnya untuk meneruskan usaha mereka di kemudian hari. Ia menuturkan memberikan kebebasan kepada putra dan putrinya untuk dapat melakukan hal hal yang berguna terutama bagi masa depannya.

Siswanto yang tahun ini berusia 66 tahun menjawab setiap pertanyaan yang kami ajukan. Ia menuturkan bahwa banyak dari interview yang dilakukan jarang sekali yang langsung kepada dirinya dan ini adalah kali pertama ia melakukan interview secara langsung dan detail karena biasanya hanya ditangani oleh corporate secretary perusahaan.

Ia menuturkan bahwa setiap anak anaknya mulai dari anak pertamanya Erick telah ia berikan kepercayaan dimana ia mampu untuk mengelola Roemah Mirota internet café di Yogyakarta, Victor mengelola Mirota Palagan. Dan Christina mengelola Cucu Mirota yang berada di Nusa Dua, Bali.

Generasi pertama memberikan fondasi, Generasi kedua membangun, Generasi ketiga melakukan pengembangan prinsip inilah sebenarnya yang diterapkan pada bisnis Mirota Group.

Shirley seorang wanita yang teguh pada pendirian berusia 50 th pada 2010 ini adalah istri dari Siswanto yang saat ini terus memberikan dukungan kepada suaminya dan anak anak mereka. Ia menilaimentalitas dan spiritualitas adalah bekal yang baik untuk dimiliki oleh anak anak mereka kelak dalam berbisnis.

Menjadi Rumah belanja terpercaya adalah sebuah acuan dasar yang diterapkan dalam bisnis Mirota Supermarket mempunyai keinginan ke depan menjadikan dirinya sebagai sebuah Rumah Belanja dengan memberikan layanan yang ramah, cepat dan tepat, produk yang berkualitas, harga yang murah dan fasilitas yang aman dan nyaman. Nilai lebih atau dapat dipercaya oleh masyarakat Yogyakarta.

Nuansa kekeluargaan dengan memberikan layanan yang ramah, cepat, produk yang berkualitas, harga yang murah merupakan komitmen Mirota Kampus. Ia menceritakan apa itu konsep Rumah Belanja Terpercaya saat itu kenangnya waktu terjadi gempa di Yogyakarta dimana banyak orang mengalami kesusahan Mirota tetap pada pendirian menjual seluruh barang barang mereka dengan harga yang sama seperti biasa. Dan tetap melayani pembeli dengan harga yang jujur tanpa adanya kenaikan.

Komitmen ini disampaikan karena kami juga mau membantu saudara yang mengalami bencana akankah kita tega untuk menaikkan harga ketika bencana terjadi itu adalah hal yang tidak mungkin kami lakukan. Karena itu kami menyebut Mirota Kampus sebagai Rumah Belanja Terpercaya dimana komitmen ini akan terus kami lakukan.

Dari situ Mirota mendapat order dari banyak NGO dan LSM yang saling mabtu membantu pada saat gempa di Yogyakarta. Siswanto ia ingin disebut sebagai Siswanto H.S [Siswanto Hendro Sutikno] nama ayahnya ia pakai sebagai ikatan yang kuat antara founder dengan generasi berikutnya.

Siswanto menuturkan persiapannya di usianya yang mencapai 66 tahun ini bahwa setiap generasi ketiga haruslah mempersiapkan diri untuk dapat menjadi pemimpin yang cakap tidak cukup hanya di keuangan tapi juga dalam sisi mentalitas dan spritualitas ketiga anaknya memiliki peluang dan kesempatan yang sama kata seseorang yang secara yakin pencipta kehidupan ada dalam perencanaan hidupnya.

Dalam perusahaan keluarga seringkali perlu dibuat suatu kekuatan yang menyatukan dan dalam generasi ketiga ini ia memiliki suatu harapan dimana mereka mampu dapat berkembang dengan apa yang mereka miliki sekarang menjadi lebih banyak lagi sektor usaha yang dijalani.

Ia menegaskan bahwa dalam setiap bisnis Kepercayaan adalah yang utama untuk didapatkan dan dipelihara karena jika kita dapat dipercaya sekali saja maka akan banyak orang yang mempercayakan banyak hal kepada kita. Tidak perlu untuk menyombongkan diri dan banyak berkata tetapi melakukan sesuatu dengan tepat, focus dan bijak itulah yang Siswanto nasehatkan kepada para generasi penerusnya.

Mirota Group memiliki banyak usaha kakak dan adik Siswanto ada beberapa yang memiliki usaha di berbagai tempat ada yang di Semarang, Bandung, Batam, Surabaya dan Bali ini berharap bahwa mereka dapat bekerja secara bersama sama dari generasi dua hingga diserahkan kepada generasi berikutnya dalam keadaan yang baik.

Persiapan dilakukan oleh para Generasi kedua perusahaan Mirota karena di usia mereka yang sudah cukup mapan ini mereka masih mampu memberikan nasehat dan arahan kata kakak dan adik dari Yangky Iswanti, Ninik Wijayanti, Ariyanti dan Hamzah Sulaiman. Kesempatan ini kami pergunakan untuk menutup interview dimana Siswanto mengingatkan untuk mengingat hal kecil seperti Minuman dan roti tawar hal yang sederhana sekarang mampu menjadi sesuatu yang membanggakan bernama Mirota Group. ujarnya dengan senyum pria yang tetap semangat muda di usianya yang sudah mapan.
#referensi 2
D. 1. LATAR BELAKANG
Di Era persaingan pasar global, kualitas Sumber Daya Manusia merupakan salah
satu kunci penentu keberhasilan suatu negara. Keunggulan kualitas SDM merupakan potensi dasar untuk menciptakan keunggulan produk sesuai dengan permintaan pasar. Era globalisasi juga menuntut seseorang untuk terus meningkatkan kompetensi dan keahlian guna menghadapi persaingan yang semakin ketat. Selain kompetensi, hal yang tidak kalah penting adalah pengalaman, terutama pengalaman di lapangan yang berhubungan dengan kompetensi dan keahlian yang dimiliki seseorang tersebut. Keahlian atau keterampilan seseorang juga harus ditunjang dengan adanya pengalaman kerja untuk mengetahui keadaan dunia kerja yang penuh persaingan. Kunjungan Industri merupakan salah satu sarana untuk memperkenalkan dunia kerja kepada masyarakat, salah satunya siswa farmasi.
Disamping untuk mengetahui kondisi dunia kerja, kunjungan industri juga sangat berperan dalam membentuk pola pikir dan semangat siswa untuk berpikir ke arah yang lebih luas, sehingga diharapkan dapat tercipta siswa yang kreatif dan tidak awam dengan dunia kerja dan mampu menciptakan lapangan kerja sendiri. Kunjungan Industri yang dilaksanakan oleh siswa-siswi SMK Farmasi Al-Furqan Banjarmasin ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia agar nantinya dapat bersaing secara sehat di dunia kerja khususnya dalam bidang farmasi. Dengan adanya kunjungan industri ke PT. Mirota KSM ini, diharapkan antara Siswa dan perusahaan dapat saling bertukar informasi sehingga dapat menjalin hubungan yang saling menguntungkan.

D. 2. SEJARAH PERKEMBANGAN PERUSAHAAN
PT MIROTA KSM Inc adalah perusahaan yang berbentuk badan hukum Naamloz Venootschap (Perseroan Terbatas). Perusahaan ini pada awalnya merupakan perusahaan perseorangan yang didirkan pada tahun 1950 oleh bapak dan ibu  Hendro Sutikno. Usaha pertama perusahaan adalah pembuatan minuman, roti, dan tart dengan merk MIROTA (MINUMAN, ROTI, Dan TAART), yang semula berlokasi di jl. FM Noto 7 Kotabaru Yogyakarta. Disamping usaha tersebut Bapak dan Ibu Sutikno juga menembangkan usahanya dengan membuka toko P & D  yang terletak di jl. Jendral A Yani 75 Yogyakarta pada tahun 1952.
Perkembangan Perusahaan yang sangat pesat menimbulkan perluasaan sehingga pada tahun 1973 perusahaan menambah jenis usahanya yaitu sebagai produsen susu bubuk untuk bayi dengan merk lactona. Perusahaan diberi badan hukum perseroaan komanditer dengan nama CV. MIROTA KSM INC dengan akte notaries R. M. Soerjanto Partaningrat, SH. Selanjutnya Perusahaan diubah badan hukumnya menjadi Perseroan Terbatas (PT) pada tanggal 15 November 1973. Tanggal ini sekaligus dijadikan sebagai kelahiran PT.Mirota KSM Inc.
Dalam perkembangannya PT. Mirota KSM Inc, mengkhususkan diri sebagai produsen susu bubuk formulasi. Sedangkan untuk produsen bakery dan ice cream didirikan perusahaan dengan badan hukum sendiri-sendiri Unit industry susu yang semula berlokasi Jl. A Yani 73-75 Yogyakarta dan hanya memperkerjakan 40 orang ini, dipindahkan ke lokasi industry di Jl. Raya Yogya Solo Km 9 Dusun Sambilegi, Desa Maguwoharjo, Kecamatan Depok, Kabupaten Dati II Sleman Yogyakarta Pemindahan lokasi ini adalah memenuhi segala persyaratan tempat dan ruang, serta memungkinkan untuk pengembangan. Pemilihan lokasi perusahaaan tersebut ditetapkan berdasarkan  beberapa pertimbangan seperti letak Yogyakarta yang strategis, sarana dan prasarana transportasi serta komunikasi yang mudah diperoleh, tersedianya tenaga kerja yang cukup, lingkungan alam yang mendukung dll.
PT Mirota KSM Inc juga dilengkapi dengan Laboratorium Industri Farmasi yang berfungsi sebagai Laboratorium Quality Control. Perusahaan yang termasuk dalam keanggotaan Industri Pengelolaan Susu (IPS), sebagai anggota Asosiasi Pengusaha Makanan Bayi (APMB), dan Perusahaan Swasta Penanaman  Modal Dalam Negeri (PMDN)  ini secara terus menerus telah melakukan riset dan pengembangan produk sehingga dapat memenuhi  kebutuhan konsumen untuk segala usia. Perkembangan perusahaan juga didukung jaringan pemasaran yang mencakup wilayah P. Jawa, P. Madura, P. Bali, P. Lombok, P. Sumbawa dan P. Sumatera.
Pada tanggal 15 April 1990, PT Mirota KSM, Inc berhasil memperoleh piagam  penghargaan sebagai Perusahaan Terbaik Pembina Tenaga Kerja Wanita,yang kemudiaan disusul dengan diterimanya Piagam Penghargaan sebagai  Pengusaha Berwawasan Lingkungan Tingkat Nasional (SAHWALI AWARD) pada tanggal 15 November 1991. Sebagai produsen susu bubuk formulasi, PT Mirota KSM,Inc telah berhasil memperoleh pengakuan sebagai perusahaan yang berkembang, stabil dan handal sehingga layak untuk menerima penghargaan ini dilengkapi dengan Trophi SIDAKARYA pada tanggal 19 Agustus 1997, karena dinyatakan  sebagai perusahaan yang sehat, serta Trophi  ADHI KARYA NUHRAHA pada tanggal 23 Desember 1997 karena merupakan persahaan yang memiliki produktivitas kerja yang tinggi. Pada tanggal 30 Desember 1997, PT MIROTA KSM, Inc mendapatkan  Trophi Perusahaan Pembina Tenaga Kerja Wanita dan untuk ke-2 kalinya mendapatkan Trophi SIDDAKARYA pada tanggal 18 Agustus 1998.
D. 3. ORGANISASI
Organisasi perusahaan disusun sesuai dengan falsafah dasar PT. Mirota KSM, Inc yakni bahwa bisnis tidak lain daripada organisasi. Organisasi itu tidak bisa berfungsi tanpa manajemen. Manajemen tidak akan  efektif tanpa unsur manusia yang memiliki kemamapuan dan keterampilan yang tinggi. Oleh karena itu, sasaran organisasi diformulasikan dalam mission scope  yang berbunyi “PT. Mirota KSM, Inc secara terus menerus akan membangun kemampuan sumber daya manusia , baik menejemen maupun teknik sebagai dasar pokok bagi berhasil dan tumbuhnya organisasi”. Sasaran-sasaran ini diangkat untuk mengembangkan  suatu organisasi yang efektif yang memilki kemampuan untuk bisa mempertahankan organisasi dalam bidang industry dan perdaganagan yang diwarnai oleh kondisi persaingan yang ketat.
Berdasarkan  kajian tersebut maka disusunlah suatu struktur organisasi perusahaan yang mencakup seluruh fungsi yang dapat digolongkan ke dalam bidang-bidang dan bagian-bagian yang senantiasa mengacu kepada efektifitas dan efesiensi setiap kegiatan perusahaan.Struktur Orgnisasi PT. Mirota KSM, Inc berbentuk garis dan staf yang dikendalikan dibawah kepimpinan Dewan Direksi.
D. 3. TENAGA KERJA
Sumber Daya Manusia merupakan salah satu faktor produksi yang mempunyai peranan penting dalam mencapai tujuan perusahaan. Tenaga kerja dalam unit Industri Susu Bubuk PT. Mirota KSM, Inc dapat dilihat pada tabel 1.
Tabel 1: Tingkat Pendidikan Tenaga Kerja PT. Mirota KSM, Inc
Tingkat Pendidikan
Jumlah Tenaga Kerja (orang)
SD
8
SLTP
49
SLTA
131
Diploma 3 (D3)
28
Strata 1 (S1)
33
(Sumber :PT Mirota KSM,Inc)
Peraturan Ketenagakerjaan pada perusahaaan disesuaikan dengan program Pemerintah, yakni untuk menciptakan Hubungan Industrial Pancasila, yang dalam garis besarnya meliputi 3 asa kerja sama yaitu:
a.       Pengusaha  dan karyawan adalah teman seperjuangan dalam usaha dan proses produksi.
b.      Pengusaha dan karyawan adalah teman seperjuangan dalam pasang surutnya keuntungan. perusahaan.
c.       Pengusaha dan karyawan adalah teman seperjuangan dalam tanggung jawab.
1. Kesejahteraan Tenaga Kerja
Salah satu syarat melaksanakan Hubungan Industrial Pancasila ialah dimilkinya Kesepakatan Kerja Bersama (KKB).Hal-hal yang berkaitan dengan kesejahteraan karyawan yang tertuang dalam KKB antara lain :
a.        Karyawan men dapat gaji pokok, tunjangan kemahalan, premi, bonus prestasi, bonus bonus ulang tahun dll.
b.      Karyawan mendapat jaminan kesehatan sebesar 100%, istri 50% dan anak (maksimal 2 anak) 25%./
c.       Karyawan dengan masa kerja 1 sampai dengan <5tahun mendapat THR sebesar 100% gaji 1 bulanan, masa kerja 5 tahun sampai dengan <20 tahun mendapat THR 150% gaji I bulan dan masa kerja 20 tahun atau lebih mendapat THR sebesar 200 % gaji 1 bulan.
d.      Karyawan mendapat tunjangan rekreasi tiap tahun sekali, olahraga dan masih banyak fasilitas yang diberikan perusahaan kepada para karyawan.
D. 4. PRODUKSI
1. Spesifikasi produk
     Macam produk yang dihasilkan oleh PT Mirota KSM Inc terdiri atas 7 lini produk yakni Lactona 1, Lactona 2, Lactona 3, Lactona skim, Lactona ibu, Prolansia Fiber dan Proesto. Peruntukan produk-produk tersebut pada umumnya dapat dibagi kedalam 2 kategori, yaitu berdasarkan pada kategori usia dan manfaat produk.
     Peruntukan produk berdasarkan kategori usia meliputi produk-produk Lactona 1,  Lactona 2, Lactona 3, dan Prolansia Fiber. Sedangkan peruntukan produk berdasarkan kategori manfaat meliputi produk-produk Lactona skim, Lactona ibu dan Prosteo. Spesifikasi produk yang dihasilkan PT Mirota KSM,Inc dapat dilihat pada table 2, dan informasi nilai gizi rata-rata per 100g produk susu bubuk Lactona dapat dilihat pada tabel 3.
            Tabel 2. Spesifikasi produk susu bubuk Lactona di PT Mirota KSM,Inc.
Jenis produk
Peruntukan
Komposisi
Kemasan
Lactona 1
Usia kurang dari 6 bulan
Full cream, skim, gula vitamin-mineral, inyak nabati
KKL 400g
KKL 200g
KKL 90g
Lactona 2
Usia 6 bulan – 3 tahun
Full cream, skim, gula vitamin-mineral, inyak nabati, DHA
KKL 400g
KKL 200g
Lactona 3
Usia 2 tahun – 9 tahun
Full cream skim, gula coklat bubuk vitamin-mineral, karagenan, DHA, lesitin pewarna, aroma

Prosteo
Usia 20 tahun – 45 tahun keatas
Susu bubuk, skim vitamin-mineral
KKL 300g
Prolansia Fiber
Usia 45tahun keatas
Full cream, gula pasir, skim instan, aspartam coklat bubuk, vitamin, mineral, karagenan, pewarna, aroma, caramel, litese
KKL 200g
Lactona Ibu
Ibu menyusui dan ibu hamil
Full cream, skim,gula halus dekstrin, aroma, maltose, coklat bubuk, vitamin-mineral, karagenan, minyak nabati, anti oksidan, pewarna
KKL 200g
Lactona Skim

Susu bubuk, skim, vitamin-mineral, karagenan
KKL 200g

            Tabel 3 Nilai Gizi Rata-Rata Per 100 Gr Produk Lactona di PT Mirota KSM,Inc
Zat Gizi
Satuan
Lact
1
Lact
2
Lact
3
Lact
Ibu
Lact
Skim
Prosteo
Prolansia Fiber
Gizi Utama
g
16,5
20,2
23
21
37
37
31
Protein
g
20,5
19,3
9
7
1
1
11
Lemak
g
20,5
19,5
9
7
1
1
11
Karbohidrat
g
56
53
60
63,5
51,3
50
42
Mineral
g
4
4,5
5
6
7,7
8
5,9
Air
g
3
3
2,8
2,5
3
0
3
Lesitin
g
0
0
0,2
0
0
0
0
Fiber
g
0
0
0
0
0
0
8
Asam linoleat
g
0
1762
0
0
0
0
0
Kalori
Kkal
474,5
466,5
413
401
350
357
339
Vitamin & Mineral








Vitamin A
IU
2000
1840
1500
3300
1500
2600
1500
Vitamin D
IU
300
282
300
150
200
475
285
Vitamin E
UI
5
5
5
15
8
0
11,4
Vitamin K1
ug
20
20
0
0
0
0
0
Vitamin B1
mg
0,5
0,5
0,8
2500
800
0,4
0,7
Vitamin B2
mg
1
1
1
2500
0
1,9
0,8
Vitamin B6
mg
0,3
0,3
0,8
1500
300
0
1
Vitamin B12
ug
1
1
1,5
3
3
4
4
Vitamin C
mg
55
55
50
200
90
0
100
Niasinamida
mg
5,5
5
10
12
0
0
10
Biotin
ug
7,6
7,6
0
0
0
0
0
Asam Folat
ug
51,6
48,2
100
400
0
0
400
Asam Pentotenat
mg
2,3
2,1
4
0
o
0
4
Kalsium
mg
578
750
1000
680
1220
1600
1120
Kalium
mg
0
0
550
500
400
727
500
Sodium
mg
-
0
0
0
470
0
0
Natrium
mg
0
292
300
270
0
398
300
Fosfor
mg
446
542
750
690
950
190
505
Klorida
mg
0
0
500
0
0
0
300
Magnesium
Mg
0
0
150
220
114
113
300
Seng
Mg
0
0
10
15
4
3,1
7
Besi
mg
5
5
10
10
0
0
10
Tembaga
mg
0
0
2
0
0
0
0
Mangan
mg
0
0
2
0
0
0
0
Yodium
ug
0
0
50
100
50
29
180

2. Kapasitas Produksi
       Suatu perusahaan dalam melaksanakan aktivitas produksinya membutuhkan saran berupa mesin dan alat pengolahan untuk menunjang kelancaran kegiatan produksi. PT. Mirota KSM, Inc mempunyai kapasitas produksi kurang lebih 12 ton tiap harinya, dengan kegiatan produksi sebanyak 2 shift @ 8 jam. Untuk menunjang kelancaran proses produksi tersebut, maka PT Mirota KSM,Inc menyediakan 5 jenis mesin dengan kapasitas produksi yang berbeda-beda, yaitu meliputi :
a)       3 Unit Mesin Miller (mesin giling gula) dengan kapasitas produksi tiap unitnya adalah 50 kg/ 5 menit.
b)       3 Unit Mesin Shifter (mesin ayak) dengan kapasitas produksi tiap unitnya adalah 25 kg / 5 menit.
c)       3 Unit Mesin Mixer dengan kapasitas produksi tiap unitnya adalah 250 kg / 35 menit.
d)     2 Unit Mesin Filler dengan kapasitas produksi tiap unitnya adalah 40 pcs / 1 menit.
e)       1Unit Mesin Cartoner dengan kapasitas produksi 60 pcs / 1 menit
Surat Persetujuan Tetap/Surat Persetujuan Prinsip (SPT / SPP) menetapkan kapasitas produksi di PT Mirota KSM,Inc adalah sebnayak  6.750 ton per tahun yang sesungguhnya harus dilakukan kegiatan produksi sebanyak 3 shift @ 8 jam. Dengan demikian total kapasitas yang terpasang belum memenuhi kapasitas produksi yang di tetapkan sehingga masih memungkinkan adanya pengembangan dan penambahan target produksi.
D. 5. PROSES PRODUKSI
1 Input Bahan
     Dalam proses pembuatan susu bubuk, diperlukan input bahan yang pada dasarnya dapat dibedakan dalam 3 kategori, yaitu bahan baku, bahan penolong / bahan tambahan dan bahan pengemas. Bahan-bahan tersebut di peroleh dari dalam negeri maupun luar negeri.
a. Jenis Bahan
        Pembuatan susu bubuk yang diproduksi oleh PT Mirota KSM, inc menggunakan bahan baku susu bubuk full cream dan susu bubuk skim. Kedua bahan baku tersebut diperoleh dengan cara mengimpor langsung dari New Zealand, yaitu sebagai produsen susu terbaik dan terbesar di dunia.
        Disamping bahan baku diatas, dalam proses pembuatan susu bubuk Lactona ini juga diperlukan adanya bebrapa bahan lain yang berfungsi sebagai bahan penolong. Adapun bahan-bahan tersebut antara lain seoerti gula pasir, aspartame, vitamin dalam bentuk premix, mineral, minyak nabati coklat bubuk9jenis winmolen dan delfie), madu bubuk, lactose, litese, raftilose, caramel, maltrin dan aroma (essence coklat, vanilla dan raspberry). Bahan-bahan tembahan tersebut sebagian besar di peroleh dari dalam negeri, diantaranya dari Bojonegoro-Serang, Jakarta dan Semarang.
        Susu bubuk dikemas dengan Alumunium Foil Kotak Karton Lipat(KKL) dan Kotak Karton Gelombang (KKG). Alumunium foil adalah bahan pengemas primer yang langsung bersentuhan dengan produk. KKL adalah bahan pengemas sekunder yang mengemas produk yang sudah terkemas dalam Alumunium Foil. KKG adalah bahan pengemas tersier yang mengemas produk yang sudah terkemas dalam kemasan KKL.



b. Tempat Penyimpanan bahan
        Bahan-bahan yang akan digunakan dalam proses produksi, baik bahan baku, bahan penolong maupun bahan pengemas disimpan dalam 1 ruangan yang disebut dengan Gudang bahan baku. Secara garis besar, gudang bahan baku dibagi menjadi 2 tempat yang hanya dipisahkan oleh sekat berupa tembok. Gudang bahan sebelah barat digunkan untuk menyimpan bahan baku berupa susu bubuk skin dan full cream serta gula pasir, sedangkan gudang bagian timur di gunakan untuk menyimpan bahan pengemas dan bahan bahan untuk sanitasi ruangan.
        Semua bahan yang disimpan dalam gudang bahan diletakkan di atas palet plstik atau palet kayu. Bahan pengemas Kotak Karton Lipat (KKL) dalam 1 palet maksimal terdiri dari 12 tumpukan, dan untuk bahan skim dan full cream, dalam 1 palet maksimal sekitar 6-8 tumpukan. Penempatan barang diatur supaya tidak menempel pada dinding ruangan, dan diletkkan sesuai dengan kelompok / jenisnya. Selain itu posisi barang yang lain masih terdapat sela / jarak yang cukup sehingga sirkulasi udara lancer dan dapat mempermudah dalam pengontrolan jumlah barang.
        Gudang bahan baku berdasrkan pengaturan letak barang dapat dikelompokkan menjadi 5 bagian tempat yaitu gudang susu skim, fill cream dan gulan pasir gudang bahan tambahan makanan, gudang bahan pengemas, gudang bahan sanitasi dan gudang vitamin-mineral. Pada bagiat atas dinding gudang bahan baku dilengkapi dengan baling-baling kipas dan rongga-rongga yang berfungsi sebagai ventilasi udara. Untuk menjaga kebersihan gudang, dilakukan pembersihan gudang setiap har dengan cara disapu / divacum cleaner. Suhu pada gudang bahan baku tidak lebih dari 30°C dengan kelembaban kurang dari 60% pada gudang bahan tambahan disediakan 2 rungan yang berbeda untuk gudang bahan tambhan makanan (raftilose, Coklat bubuk atau madu) dan gudang vitamin-mineral. Ke-2 ruangan tersebut mempunyai suhu ruangan tidak lebih dari 20°C dan kelembaban kurang dari 60% . Selain itu kedua ruangan ini juga di lengkapi dengan lampu ultraviolet dan air conditioner (AC).
2. Alur Proses
          Proses pembuatan produk susu bubuk Lactona pada prinsipnya meliputi 3 tahapan, diantaranya yaitu tahap persiapan, pencampuran dan pengemasan. Diagram alir Proses Produksi dapat dilihat pada Gambar 1.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh9ThU69lfPWMjQMZtj5hLO4zFAQE2PhOLw2IL7jo3OoW50htdRenlWFay5ozQAZ5OV9JjpUJUrqWRxl50QWPLhqcyJtaVMSXveqR4QlUZ4hUqU37t62nQTu7HLXV1Amaz9U46cyxNiFC4/s640/Untitled.png

Keterangan
1. Pengawasan mutu Fisika, Kimia dan Mikrobiologi.
2. Pengawasan mutu Fisika Kimia.


a. Tahap Persiapan
        Tahap persiapan ini diawali dengan mengambil sejumlah sampel bahan baku susu skim dan full cream untuk dilakukan pemeriksaan baik secara fisika, kimia maupun mikrobiologi. Untuk persiapan bahan baku ini disediakan 2 ruangan yaitu ruang bongkar sak susu dan transit. Bahan baku yang sudah dinyatakan release dari uji fisika, kimia dan mikrobiologi tersebut diambil dalam jumlah tertentu untuk kemudian diangkut menuju ke ruang bongkar. Dalam ruang bongkar ini, susu skim dan full cream yang telah dikeluarkan dari sak pembungkusnya diletakan diatas meja stainless stell berbentuk persegi panjang untuk diperiksa kembali ada / tidaknya kebocoran pada kemasan plastic susu yang selanjutnya, yang akan di uji secara mikrobiologi. Hasil pemeriksaan yang baik menunjukan bahwa bahan baku tersebut masih bisa digunakan untuk proses produksi.
        Bahan baku susu skim dan full cream yang akan digunakan dalam proses produksi diletakkan dalam ruang transit untuk diatur dan dipisahkan sesuai dengan jenisnya (full cream/skim). Bahan baku juga akan disterilisasi dengan menggunakan lampu ultraviolet (UV) selama 10 menit untuk mensterilkan permukaan luar dari plastic pembungkus susu.
        Kondisi pada ruang bongkar rak susu umunya memiliki suhu kurang dari 27◦C dengan kelembaban tidak lebih dari 60%  serta lantai yang kedap air. Kondisi ini pada dasarnya sama dengan kondisi pada ruang transit karena letak kedua ruangan teresbut yang bersebelahan dan hanya dipisahkan oleh pintu kaca. Karyawan yang bekerja pada ruang persiapan ini diharuskan menggunakan jas kerja, masker, penutup muka, sarung tangan, penutup kepala, dan sepatu khusus (sepatu bots).
        Sama halnya dengan susu bubuk, gula pasir yang akan digunakan dalam proses produksi juga dilakukan pemeriksaan secara fisika dan kimia. Pemeriksaan secara fisik yang menunjukan adanya gula basah, kotor, menggumpal atau berbau busuk menandakan bahwa gula tidak dapat digunakan untuk proses produksi.
aktivitas peracikan, lantai dan dinding ruangan dibersihkan dengan alkohol 70%  dan disinari dengan sinar ultraviolet untuk mensterilkan ruangan.
Dalam proses pembuatan susu bubuk, PT mirota KSM,  menggunakan minyak nabati RBDFB 21, yang merupakan campuran antara minyak kacang dan minyak kelapa. Sebelum digunakan, minyak nabati telah diperiksa secara fisika, kimia/mikrobiologi. Minyak nabati yang lolos uji selanjutnya dipompa untuk disimpan dalam tanki penampung minyak dan siap digunaan dalam proses produksi dengan cara dialirkan melalui pipa minyak  nabati kedalam ruang proses.
Dalam proses pembuatan susu bubuk formulasi ini juga digunakan pewarna dan aroma yang diijinkan Departemen Kesehatan (DEPKES). Pewarna dan aroma dipersiapkan sesuai dengan produk yang akan dihasilkan , dan akan diproses dalam ruangan proses bersama bahan-bahan lainnya.
b.  Tahap pencampuran
Bahan –baku ang telah disiapkan untuk proses produksi, diletakkan dalam ruangan proses untuk kemudian dicampur bersama bahan-bahan tambahan lainnya sehingga dapat menjadi suatu komponen bahan yang homogen. Proses pencampuran dalam produksi susu bubuk Lactona adalah proses pencampuran kering (dry mixing), yang dikombinasikan dengan penyemprotan minyak nabati. Penyemprotan ini dilakukan secara pengabutan dengan alat khusus sehingga minyak dapat bercampur homogen dengan bahan lain.
Proses pencampuran dilakukan secara bertahap. Pada tahap awal dilakukan pencampuran semua bahan tambahan makanan  (vitamin dan mineral) yang terdapat dalam jumlah kecil dengan sebagian bahan baku (full cream / skim) dalam alat drum mixer selama 6 menit untuk menjamin tingkat homogenitas. Pada tahap berikutnya dilakukan pencampuran semua komposisi bahan yang telah dipersiapkan untuk masing- masing produk selama 30-35 menit dalam mesin Gardner. Proses pencampuran semua komposisi bahan akan menghasilkan 250 kg. Susu bubuk untuk tiap 1 mesin garner dan akan dikirim melalui ban berjalan ke dalam ruangan karantina.
Ruangan karantina merupakan tempat penyimpanan produk setengah jadi yaitu produk hasil produksi yang belum mengalami proses pengemasan. Ruang karantina mempunyai suhu kurang dari 25Âş C dan kelembaban tidak lebih dari 60%. Produk susu dalam ruang karantina akan ditematkan dalam 1 troli untuk 1 mesin dan akan mendapatkan penyinaran sinar ultraviolet. Pada produk setengah jadi juga akan dilakukan pemeriksaan secara fisika, kimia/mikobiologi dengan cara mengambil sejumlah sampel pada tiap batchnya.
c. Tahap pengemasan
Pengemasan merupakan tahap akhir dari setiap proses produksi. Produk setengah jadi yang dinyatakan lolos uji fisika, kimia dan mikrobiologi adalah produk yang siap untuk dikemas. Pengemasan produk bertujuan untuk mendapatkan produk yang lebih higenis dan aman untuk dikomsumsi konsumen. Proses pengemasan pada intinya dibagi menjadi 3 tahapan yaitu produk dikemas dalam kemasan alumunium foil, produk dalam kemasan alumunium foil dikemas dalam kemasan kotak karton lipat (KKL) dan produk dalam kemasan KKL dikemsa dalam kotak karton gelombang (KKG).
Proses pengemasan produk dalam kemasan alumunium foil 400g, 300g, 200g dan 90g dilakukan dengan menggunakan 2 unit mesin filler(mesin pengemmas) yang terdapat dalam ruangan rovena. Mesin filler ini mempunyai 4 fungsi diantaranya adalah mengosongkan oksigen dari alam kemasan, memasukan produk jadi dalam kemasan, memasukan gas nitrogen ke dalam kemasan serta menutup kemasan dengan rapat.
Proses pengemasan diawali dengan mengirimkan sejumlah produk setengah jadi dan ruang karantina ke dalam ruang silo sesuai dengan permintaan dari bagian rovema. Produk-produk tersebut kemudian akan dimasukkan kedalam ‘’mulut’’ dari mesin filler yang ada dalam ruang silo. Produk-produk yang telah keluar dari mesin filler akan melewati mesin willer sehingga secara otomatis akan tercetak tulisan willer yang meliputi kode produksi yang menunjukkan tahun dan tanggal pembuatan produk serta tinggal kadaluarsa produk-produk.
Setiap produk jadi yang akan dikemas dalam kemasan KKL ditimbang untuk mengecek kesesuaian antara berat produk dengan standard yang telah ditetapkan. Selain itu juga dilakukan test kebocoran kemasan dengan cara mengambil 3 sampel produk yang keluar tiap 10 menitnya . Pengujian kebocoran dilakukan dengan merendam produk dalam air, dan timbulnya gelembang udara pada produk menandakan adanya indikasi kebocoran. Produk –produk yang mengalami kebocoran kemasan maupun produk yang mempunyai berat tidak sesuai dengan standard penimbangan akan dipisahkan, disimpan kembali dalam ruang karantina dan dilakukan pemeriksaan ulang secara miKrobiologi.
Pengemasan produk dalam kemasan KKL 400g, 300g dan 90g dilakukan secara manual. Pengemasan produk dengan netto 200g lilakukan dengan mesin cartooner yang berfungsi untuk membentuk kotak dari lembaran lembaran karton lipat, memasukkan produk kedalam kotak serta menutup kotak secara otomatis. Pada produk lactona 1, lactona 2 dan prosteo ditambahkan sendok takar plastik dalam setiap kemasan KKL.
Pada tahap akhir dilakukan pengemasan produk-produk yang telah dikemas dalam KKL kedalam kemasan KKG (kotak karton gelombang). Pengisian produk dalam kemasan KKG dibedakan berdasarkan netto produk. Produk dengan netto 400g dan 300g , berjumlah 24 KKL dalam 1 kemasan KKG sedangkan produk dengan netto 200g dan 90g, berjumlah masing-masing 48 KKL dan 72 KKL dalam 1 kemasan kkg. Pengemasan produk KKL dalam KKG dilakukan secara manual bagian ata dan bawah kemasan KKG ditutup/disegel dengan adhesive tape.
Setiap produk jadi dalam kemasan KKG akan dilakukan pemeriksaan berat kemasan, jumlah isi dalam kemasan maupun kondisi penyegelan kemasan. Klasifikasi  berat minimum dan maksimum berat kemasan KKG untuk tiap-tiap produk dapat dilihat pada tabel 4.
Tabel 4. Standard berat produk dalam kemasan KKG
Nama produk
Netto (gr)
Jumlah kemasan
            KKL
Berat kemasan KKG (kg)
Lactone 1
90
200
400
72
48
24
8,38 – 8,47
11,56 – 11,64
11,32 – 11,44
Lactone 2
90
200
400
48
48
24
7,24 – 7,35
11,59 – 11,75
11,29 –11,45
Lactone 3 vanila
200
400
48
24
11,41 – 11,29
11,23 – 11,31
Lactone 3 madu
200
400
48
24
11,40 – 11,48
11,34 – 11,40
Lactone 3 coklat
200
400
48
24
11,49 – 11,61
           -
Lactone ibucoklat
200
48
11,49  - 11,57
Lactone ibuvanila
200
48
11,10 – 11,52
Lactone ibustarwbery
200
48
11,37 – 11,45
Lactone skim
200
48
11,28 – 11,56
Prosteo
300
24
8,88 – 9,22
Prolansiaaspartam
200
48
11,58 – 11,64
Prolansiagula
200
48
11,62 – 11,74
(sumber : PT Mirota, KSM,Inc)
Produk-produk yang telah sesua idengan aturan penimbangan diletakkan pada palet plastic dan siap untuk dikirim kegudang produk jadi jumlah kardus produk jadi untuk tiap palet dapat dibedakan berdasarkan berat netto produk. Produk dengan netto 400g dan 300g diletakkan pada palets ebanyak 66 kardus sedangkan produk dengan netto 200g dan 90g. diletakkan pada palet masing-masing sebanyak 56 kardus dan 60 kardus.
D. 6. PENGELOLAAN LIMBAH
PT Mirota KSM, Inc menghasilkan limbah padat dan limbah cair sebagai hasil sampingan dari kegiatan indusrinya. Limbah limbah padat yang dihasilkan berapa susu, dedaunan ,plastik dan kertas pembungkus lainnya. Limbah padat ini tidak diolah secara khusus oleh PT. Mirota KSM, Inc melainkan dijual kepada orang yang membutuhkan atau kepada pengumpul limbah sejenis . Sedangkan limbah cair yang dihasilkan terbagi atas 2 yaitu limbah pasca produksi, yaitu limbah yang berasal dari pencucian alat-alat prduksi dan limbah domestik, yaitu limbah yang berasal dari aktivitas dapur, laundry maupun buangan manusia.
Pengelolahan limbah cair PT Mirota KSM,Inc dapat diuraikan melalui beberapa tahapan. Tahapan pengolahan tersebut diawali dengan mengalirkan limbah hasil pencucian mesin dan alat kedalam bak ekualisasi (bak penampung limbah awal) . Dalam bak ekualisasi , salah satu komponen susu yakni lactosa akan diubah menjadi asam laktat oleh bakteri asam laktal (lactobacillus sp atau streptococcus lactis) sehingga mengakibatkan penurunan pH. Pada bak ekualisasi secara berkala, yaitu setiap pukul 08.00 wib dilakukan penambahan air kapur sebanyak kurang lebih 2kg sampai dicapai pH minimal 10. Penambahan air kapur secara berlebih ini bertujuan untuk mempermudah pemecahan komponen limbah pada tahapan selanjutnya serta untuk mempetahankan pH selama proses pengolahan limbah pemeriksaan pH pada bak ekualisasi dilakukan dengan menggunakan kertas lakmus..
Limbah basa yang berada dibak ekualisasi dialirkan menuju ke bak penampung inlet. Bak penampung inlet terletak diatas permukaan  tanah dan berada dalam keadaan tertutup dengan tujuan untuk meminimalisasi Oksigen. Endapan tersebut diambil dan dikeringkan dalam bak pengerIng lumpur setiap 6 bulan sekali. Hasil endapan yang berupa lumpur kering dimanfaatkan sebagai pupuk.
Limbah dalam bak penampung inlet dimasukan dalam bak anaerob dengan mengunakan pompa.Bak anaerob diletakkan dibawah permukaan tanah dengan tujuan untuk menhindari kontak antara limbah dengan udara. Dalam bak anaerob terjadi proses yang melibatkan bakteri anaerob untuk menguraikan berbagai senyawa organik limbah kompeleks yang terdapat dalam air limbah menjadi asam-asam organik sederhana. Penampang limbah dalam bak anaerob menghasilkan bau busuk sebagai akibat pemecahan protein susu yang terbawa air limbah menjadi senyawa amonia (NH3) dan hidrogen sulfur (H,S). Proses penguraian air limbah dalam bak anaerob berlangsung selama 25 hari dan mengakibatkan penurunan biologycal oxygen demand (BOD) air limbah pada bak anaerob juga dilengkapi pengaduk dan cerobong untuk pengeluaran gas yang ditimbulkan.
Limbah yang sudah mengalami proses anaerob dialirkan menuju bak aerasi .pada bak aerasi dilengkapi pengaduk (blower) untuk memberikan pengudaraan pada limbah sehingga dapat memasukan oksigen sebanyak mungkin kedalam air limbah . bakteri aerob dalam bak aerasi mempunyai peranan untuk memecah sisa komponen air limbah menjadi karbondioksida (CO) dan air (H2O).proses meningkatkan kadar oksigen terlarut (DO) air limbah.
Tahap selanjutnya dalam pengolahan limbah cair adalah mengalirkan air limbah menuju ke bak pengendapan lumpur. Dalam bak pengendapan lumpur, air limbah yang masih bercampur lumpur diendapan selama 6 hari. Air limbah dari bak pengendapan dialirkan menuju bak filtrasi . pada bak filtrasi limbah mengalami proses pengudaaan dan proses penyerangan .proses pengundaran terjadi ketika air limbah yang dimasukan kedalam bak filtrasi harus melewati suatu pipa. Adanya tekanan menyebabkan air memancar keluar melalui lubang-lubang kecil pada pipa dan bergabung dengan udara proses penyarinagan air limbah dalam bak filtrasi menggunakan pasir, arang pasir ijuk dan batu koral.bahan-bahan ini sekaligus dapat menetralkan Ph air limbah . dengan demikian dapat dikatakan bahwa air limbah pada bak filtrasi sudah tidak membahayakan lagimahluk hidup. Hal ini ditunjukkan tumbuhnya rumput-rumputan pada permukaan pasir bak filtrasi.
Air limbah dalam bak filtrasi akan dialirkan menuju bak pengukur debit dan menju bak bio-indikator. Dalam bak bio-indikator dimasukkan ikan yang berfungsi sebagai indikator untuk memastikan tingkat keamanan dari air limbah yang telah diolah .tahapan terakhir dari proses pengolahan air limbah adalah mengalirkan air limbah kesaluran irigasi sawah dan digunakan untuk keperluan perikanan dan peternakan.
D. 7. UTILTAS
            PT. Mirota KSM, Inc memiliki utilitas berupa penyediaan listrik dan air. Listrik yang dipergunakan berasal dari 2 sumber yaitu Inssalasi Listrik Perusahaan Listrik Negara (PLN) berdaya 131 volt ampere  (VA) dan listrik Genset berdaya 250 Kilo Volt Ampere (KVA). Sumber listrik dari PLN dimanfaatkan  untuk aktivitas produksi pada shift pertama, dan sumber listrik Genset dimanfatkan untuk aktivitas produksi pada shift kedua. Sedangkan air yang digunakan bersal dari 4 sumur. Air tersebut dipompa, ditampung dalam water tank,dan dialirkan melalui pipa-pipa untuk kperluan operasional perusahaan.
D. 8. PROMOSI DAN PEMASARAN
            Kegiatan promosi PT. Mirota KSM, Inc mencakup adversiting, personal selling, dan publicity. Kegiatan-kegiatan ini dilakukan secara stimulant dengan menggunakan  prinsip efektivitas yang didukung dengan efesiensi penggunaan sumber daya yang tersedia.
            Adversiting merupakan sarana introduction dan reminding yang menggunakan seluruh media baik melalui media cetak, media massa elektronik audio maupun audio visual, maupun media khusus.
            Sponsorship sebagai wujud jalinan kerja sama yang nyata antara PT. Mirota KSM, Inc dengan berbagai pihak, sehingga menjadikan PT. Mirota KSM, Inc beserta produk-produknya manjadi mitra bagi berbagai pihak. Srana ini cukup representatif  untuk memperkenalkan produk kepada konsumen.
            Personal selling sebagai pendukung kegiatan produk-produk PT. Mirota KSM, Inc melibatkan 33 oang detailer dan 7 orang surveyor atau kanveasser. Ke empat puluh armada tersebut menjalin hubungan bisnis dengan kalangan medis (rumah sakit, rumah bersalin, puskesmas, dokter, dan bidan praktek, serta paramedis ), dan para grosir serta retailer. Dengan demikian tercapai hasil pengenalan secara rinci dengan scope wilayah yang luas.
Kegiatan publicity merupakan upaya pengenalan keunggulan perusahaan dan produk-produk PT. Mirota KSM, Inc dengan melibatkan seluruh karyawan PT. Mirot KSM, Inc personal public relationship dan dengan menjalin hubungan kerja sama yang saling menguntunkan dengan kalangan pers.
Kegiatan bagian pemasaran PT.Mirota KSM, Inc dikendalikan dari kantor pusat dengan dibantu oleh 2 kantor perwakila yang masing-masing berada di kota Semarang dan Jakarta. Dalam operasionalnya, kegiatan pemasaran produk-produk PT. Mirot KSM, Inc mencakup 33 wilayah pemasaran yang tersebar di seluruh P. Jawa dan Madura, Provinsi Bali, Provinsi Nusa Tenggara Barat, sebagian P. Sumatera, seta daerah rembesan yang meiputi Kalimantan Selatan, Ujung Pandang, dan Nusa Tenggara Timur. Untuk mendistribusikan produk-produk PT. Mirota KSM, Inc hingga mencapa seluruh wilayah pemasaran digunakan multy distribution system , yaitu dengan ditempuhnya distribusi langsung dan tidak langsung.
D. 9. PENGAWASAN MUTU MIKROBIOLOGI
PT Mirota KSM,Inc merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang Industri Susu Bubuk Formulasi. Bagi perusahaan yang bergerak di bidang pangan, pengawasan mutu pangan merupakan salah satu langkah penting untuk menjaga konnsistensi dan keamanan  produk sampai produk siap dikonsumsi konsumen. Pengawasan mutu secara mikrobiologi dan pengawasan mutu secara fisika-kimia.
Pengawasan mutu diterapkan PT Mirota KSM Inc sudah bagus salah satu tindakan kepedulian perusahaan  untuk menjaga keamanan produk adalah dengan melakukan pengawasan mutu pada setiap tahapan proses produksi, dari pemeriksaan bahan baku,  produk setengah jadi ( produk jadi yang belum mengalami proses pengemasan ) dan produk jadi.
Dalam pengawasan mutu pangan diperlukan suatu standar untuk mengukur mutu dari produk yang dihasilkan. Untuk pengawasan mutu secara mikrobiologi,  PT Mirota KSM,Inc mempunyai standar sendiri yang lebih tinggi dari Standar Nasional Indoesia  ( SNI ) mengenai jumblah maksimal bakteri dalam susu bubuk. Standar tersebut merupakan rahasia perusahaan dan tidak terbuka untuk umum. Dengan standar lebih tinggi dari SNI ini menunjukan bahwa pemeriksaan Mikrobiologi yang dilakukan PT Mirota KSM Inc benar-benar ketat dengan tujuan untuk menjaga kualitas produk susu yang dihasilkan. Pengawasn mutu secara mikrobiologi patut dicermati karena berdasarkan komposisi kimianya, susu mengandung protein. Karbohidrat, lemak, vitaminndan mineral, sehingga disamping merupakan makanan yag baik bagi manusia, susu juga merupakan medium pertumbuhan yang baik baik bahgi mikroorganisme  ( Volk & Wheeler,1999).
Pada pengujian secara mikrobilogi, bakteri yang diuji adalah bakteri yang dapat menimbulkan penyakit / keracunan dan bakteri yang dapat digunakan sebaagai indikator untuk melihat mutu susu. Menurut arpah (1993), pengujian mikrobiologi yang dilakukan pada susu bubuk meliputi pengujian jumlah mikroorganisme (Total Plate Count), pengujian Enterobacter, pengujian kapang dan khamir, pengujian Coliform, dan terkadang pengujian Salmonella. Analisa Mikrobiologi yang dilakukan pada sampel susu bubuk di PT Mirota KSM Inc dapat dikatakan dan lebih lengkap yang meliputi pemeriksaan bakteri, perhitungan Most Prabable Number (MPN) Coliform dan Escherichia coli, pemeriksaan Vibro cholera, pemeriksaan Enterococcus sp, pemeriksaan Clostridium sp, pemeriksaan mold yeast dan pemeriksaan Bacillus cereus.
Pemeriksaan bakteri dilakukan dengan menggunakan metode hitungan cawan (PCA), yang merupakan metode perhitungan bakteri secara tidak langsung. Prinsip dari metode hitungan cawan adalah jika sel jasad renik yang masih hidup ditumbuhkan pada medium agar maka sel jasad renik tersebut akan berkembang biak dan membentuk koloni yang dapat dilihat langsung dan dihitung dengan mata  (Fardiaz, 1992).
Pemeriksaan bakteri Coliform merupakan pengujian yang sangat penting karena bakteri-bakteri Coli banyak menimbulkan masalah kesehatan pada manusia. Di samping itu, pengujian bakteri Coliform juga dapat digunakan untuk mengetahui mutu susu. Coliform merupakan salah satu bakteri yang digunakan sebagai indikator bakteri pathogen yang ditujukan untuk keamanan mikrobiologi dan kualitas makanan (Forsythe & Hayes,1990).
Analisa cairan Staphylococcus Salmonella dan Enteroccous penting dilakukan karena bakteri-bakteri tersebut merupakan bakteri pathogen. Adanya cemaran bakteri Clostridium dan Bacillus juga perlu dicermati karena pertumbuhannya pada susu dapat membentuk asam dan gas yang dapat menyebabkan penggumpalan susu (Rahman et al, 1992).
Susu bubuk adalah susu segar yang diuapkan kandungan airnya namun meskipun demikian, susu bubuk masih mengandung air dalam jumlah yang sangat sedikit yaitu kurang dari 5% (Hadiwiyoto, 1994), Berdasarkan sifat karakteristik tersebut maka mikroorganisme adalah mikroorganisme yang mampu bertahan hidup pada kondisi  bertahan hidup pada kondisi Aw (Water Activity) yang rendah seperti jamur dan yeast. Oleh sebab itu unntuk analisa mikrobiologi yang dilakukan mungkin dapat lebih ditekankan pada pemeriksaan jamur, Hal ini disebabkan karena umumnya bakteri tidak berkembang biak dalam susu bubuk (Buckle et al, 1987), bahkan cendrung berkurang jumlahnya selama penyimpanan karena Aw susu bubuk yang rendah. Susu bubuk yang mempunyai kadar air yang lebih dari 8% akan mudah ditumbuhi kapang (Fardiaz,1992).
Dalam proses pengambilan sempel bahan yang akan diuji, PT Mirota KS, Inc menggunakan teknik representative. Tujuan sempel  representative adalah untuk menghindari  bias. Pengambilan sempel secara representstif merupakan salah satu teknik pengambilan sempel secara acak yang paling baik karena dapat mewakili komponen dari bahan yang akan diuji (Forsythe & Hayes,1998).
Selama melakukan analisa mikrobiologi, PT Mirota KSM,Inc telah menerapkan cara kerja yang aseptis dalam pengambilan contoh maupun penggunaan ruang untuk meganalisa sempel yang selalu diusahakan bersih. Cara kerja yang aseptis ini sangat berguna untuk mencegah terjadinya kontaminasi pada sempel yang diuji dan kontaminasi selama pengujian sehingga tidak mengganggu hasil analisa. Sedangkan peralatan seba steril mempunnyai tujuan untuk menghilangkan mikrobia yang melekat pada peralatan sehingga tidak ikut serta dalam sempel dan mempengaruhi hasil analisa (Soekarto, 1990).
Pemeriksaan mikro biologi perlu dilakukan  secara continue mengingat produk susu merupakan produk yang sangat rentan terhadap mikroorganisme sangat mudah mencemari dan menyebabkan kerusakan produk bahan pangan karena sifat pertumbuhannya yang ubiquitous (terdapat dimana saja). Sumber mikrobia kontaminan yang mencemari produk pangan dapat berasal dari peralatan dan sarana fisik lain yang digunakan  maupun para pekerja yang melaksanakn penangan dan pengolahan. Oleh karena itu perlu diperhatikan juga sanitasi para pekerja, ruang ataupun oeralatan yang digunakan selama proses produksi. Tujuan sanitasi adalah untuk mencegah terjadinya rekontaminasi.
Sanitasi yang diterapkan PT Mirota KSM Inc untuk menjaga keamanan produk yang dihasilkan sudah bagus. Setiap karyawan yang bekerja diharuskan menggunakan jas laboratorium, masker, topi, sepatu khusus dan sarung tangan dalam pengambilan sempel bahan baku maupun pelaksanaan proses produksi untuk menghindari kontaminasi produk oleh mikroba (Wirano, 1994).
PT Mirota KSM Inc menerapkan persyaratan hygiene yang lebih khusus bagi karyawan yang bekerja dalam ruang produksi mengingat bahwa ruang proses harus selalu dikondisikan steril. Karywan yang bekerja dalam ruang proses memakai sepatu khusus dan jas baru yang tersedia dalam ruang proses. Orang-orang yang bekerja diruang penanganan produk dapat membawa cemaran bakteri Staphylococcusn aureus, Salmonella dan Clastridium perfringens.
Dalam menjaga kualitas produk yang dihasilkan, PT Mirota KSM Inc juga melakukan pemeriksaan mikrobiologi terhadap ruangan produksi dan peralatan produksi.Analisa pemeriksaan mikrobiologi ruangan meliputi pemeriksaan jamur, bakteri dan E, coli.Sedangka pada pemeriksaan peralatan produksi meliputi pemeriksaan E, coli.Pada pemeriksaan mikrobiologi terhadap ruangan produksi analisa pemeriksaan hanya dilakukan terhadap jenis mikroba tertentu. Hal ini disebabkan karena beberapa jenis mikroba seperti  muatan bakteri, Escherichia coli dan Sreptococcus faecalis dapat digunakan sebagaiindeks sanitasi untuk menilai tingkat pencemaran bahan mentah dan peralatan yang digunakan serta tingkat sanitasi dari kegiatan pembersihan (Soekarto,1990).
Analisa pemeriksaan bakteri dilakukan dengan metode hitungan cawan.Analisa jumlah mikroba dapat digunakan untuk mengukur sanitasi lantai, peralatan, ruang pengolahan dan tingkat higine pekerja industry. Pemeriksaan bakteri E, coli penting dilakukan karena E, coli merupakan salah satu spesies mikroba Coli yang andal digunakan  indeks sanitasi. Bakteri E, coli mudah disolasi dan mudah di tumbuhkan serta mempunyai kolerasi langsung dengan pencemaran, kondisi hygiene seseorang dan sanitasi lingkungan (Soekarto,1990).
Pemeriksaan cemaran E, coli dalam sanitasi juga dapat digunakan sebagai indicator untuk menunjukan derajat kontaminasi yang dapat berasal dari peralatan maupun ruangan yang tidak bersih (Volk & Wheeler, 1999).Pemeriksaan mikrobiologi terhadap mesin dan sarana produksi lebih sering dilakukan dengan frekuensi pemeriksaan 2x dalam satu minggu. Hal ini disebabkan karena mesin dan sarana produksi merupakan penunjang bagi kelancaran proses produksi sehingga perlu lebih diperhatikan kehigienisannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar